Tuesday, May 13, 2014

PARAGRAF EKSPOSISI
Paragraf Eksposisi adalah paragraf atau karangan yang mempunyai tujuan untuk memberikan informasi tentang sesuatu sehingga bisa memperluas pengetahuan pembaca. Paragraf eksposisi bersifat ilmiah/ nonfiksi. Sumber karangan paragraf eksposisi ini bisa diperoleh dari hasil pengamatan, penelitian atau pengalaman.
Ciri-ciri paragraf eksposisi:
·         Memaparkan definisi dan memaparkan langkah-langkah, metode atau melaksanakan suatu tindakan.
·         Gaya penulisannya bersifat imformatif.
·         Menginformasikan/menceritakan sesuatu yang tidak bisa dicapai oleh alat indra.
·         Paragraf eksposisi umumnya menjawab pertanyaan apa, siapa, dimana, kapan, mengapa dan bagaimana.
Macam macam paragraf eksposisi
1.      eksposisi definisi
2.      eksposisi proses
3.      eksposisi klasifikasi
4.      eksposisi ilustrasi (contoh)
5.      eksposisi perbandingan & pertentangan, dan
6.      eksposisi laporan

1.    Paragraf Eksposisi Definisi
Pekerjaan sosial merupakan suatu pelayanan professional yang prakteknya didasarkan kepada pengetahuan dan keterampilan tentang relasi manusia sehingga dapat membantu individu, kelompok dan masyarakat untuk mencapai kepuasan pribadi dan sosial. Kegiatan professional untuk membantu individu, kelompok, dan masyarakat guna meningkatkan atau memperbaiki kemampuan mereka dalam berfungsi sosial serta menciptakan kondisi masyarakat yang memungkinkan mereka mencapai tujuan. Pekerjaan sosial bertujuan untuk meningkatkan keberfungsian sosial baik secara individual maupun kelompok, di mana kegiatannya difokuskan kepada relasi sosial mereka, khususnya interaksi antara manusia dengan lingkungannya.
2.    Paragraf Eksposisi Klasifikasi
            Makhluk hidup didasarkan pada persamaan dan perbedaan ciri yang dimiliki makhluk hidup, misalnya bentuk tubuh atau fungsi alat tubuhnya. Makhluk hidup yang memliliki ciri yang sama dikelompokkan dalam satu golongan. Contoh klasifikasi makhluk hidup adalah. Berdasarkan ukuran tubuhnya. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan menjadi pohon, perdu, dan semak. Berdasarkan lingkungan tempat hidupnya. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan menjadi tumbuhan yang hidup di lingkungan kering (xerofit), tumbuhan yang hidup di lingkungan air (hidrofit), dan tumbuhan yang hidup di lingkungan lembap (higrofit). Berdasarkan manfaatnya. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan menjadi tanaman obat-obatan, tanaman sandang, tanaman hias, tanaman pangan dan sebagainya. Berdasarkan jenis makanannya. Contoh: Hewan dikelompokkan menjadi hewan pemakan daging (karnivora), hewan pemakan tumbuhan (herbivora), dan hewan pemakan hewan serta tumbuhan (omnivora).
3.         Paragraf Eksposisi Proses
Penyakit batuk boleh juga dikategorikan ke dalam penyakit yang begitu menyiksa. Bagaimana tidak, penyakit ini selalu disertai dengat rasa sakit yang sangat di bagian tenggorokan. Apalagi, kalau batuk itu disertai dengan demam. Tapi, bisa disembuhkan dengan beberapa bahan sederhana yang biasa ada di dapur, kenapa tidak memanfaatkan bahan sederhana itu saja. Bahan-bahan sederhana itu bisa diolah menjadi resep minuman berkhasiat meredakan batuk dan deman. Cara membuatnya juga cukup mudah yaitu Rebus air putih dan jahe hingga mendidih, matikan api kompornya, lalu tuang ke dalam cangkir, kemudian tambahkan madu dan air daun pare, aduk hingga semua bahan tercampur rata, minuman berkhasiat meredakan demam dan batuk siap diminum.
4.      Paragraf Eksposisi Ilustrasi
            Gempa bumi yang cukup kuat dirasakan warga di Solo, Sabtu (25/1/2014). Menurut Twitter Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika  (BMKG)  Indonesia, gempa tersebut berkekuatan 6,5 Skala Richter (SR) dengan pusat gempa di 104 km barat daya Kebumen, Jawa Tengah dengan kedalaman gempa 48 km, pada pukul 12:14:20 WIB. Tak hanya warga Solo, gempa tersebut ternyata juga dirasakan oleh warga yang berada di wilayah Sukoharjo. Para pengunjung mal The Park Mall Solo Baru, Sukoharjo berhamburan ke luar mal begitu menyadari ada gempa.
5.      Paragraf Eksposisi Perbandingan
Joko Widodo yang sekarang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta memang dikenal sebagi sosok pemimpin yang merakyat, selalu melakukan blusukan untuk mendengar aspirasi masyarakat, Jokowi merupakan sosok pemimpin yang kharismatik, dan mau terjun langsung ke masyarakat. Sosok Jokowi Berbeda dengan pemimpin-pemimpin daerah yang lain yang hanya bisa duduk manis di kantornya yang belum memberikan aksi nyata untuk daerahnya.
6.      Paragraf Eksposisi Laporan
Penerbangan MH 370 milik Malaysia Airlines hilang dalam penerbangan dari Kuala Lumpur, Malaysia, menuju Beijing, China, Sabtu (8/3/2014) pagi. Di antara 239 penumpang, termasuk dua bayi dan 12 kru pesawat itu, terdapat 12 orang Indonesia. Sebelumnya disebutkan, penumpang berasal dari 13 negara. Namun, daftar berikut menyertakan data yang menyebutkan 14 kewarganegaraan. Berikut ini adalah rincian asal negara penumpang dan jumlahnya:
1. China 152 orang dan 1 bayi
2. Malaysia 38 orang
3. Indonesia 12 orang
4. Australia 7 orang
5. Perancis 3 orang
6. Amerika Serikat 3 orang dan 1 bayi
7. Selandia Baru 2 orang
8. Ukraina 2 orang
9. Kanada 2 orang
10. Rusia 1 orang
11. Italia 1 orang
12. Taiwan 1 orang
13 . Belanda 1 orang

14 . Austria 1 orang

Saturday, March 23, 2013

Hai sobat, Apa Kabar? kali ini saya coba untuk merangkum mengenai apa itu Mulikulturalisme, pembahasan ini memfokuskan bagaimana pekerja sosial memahami keberagaman budaya yang nantinya akan memberikan pelayanan kepada klien baik individu, kelompok, lembaga dan Masyarakat. Tentu saja terlebih dahulu harus memetakan budaya apa yang berkembang dan dipegang teguh sehingga pekerja sosial bisa dapat melakukan program pelayanan yang maksimal dan efektif.                                                       
Pengertian Multikulturalisme      
Multikulturalisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan seseorang tentang ragam kehidupan di dunia, ataupun kebijakan kebudayaan yang menekankan tentang penerimaan terhadap adanya keragaman, dan berbagai macam budaya (multikultural) yang ada dalam kehidupan masyarakat menyangkut nilai-nilai, sistem, budaya, kebiasaan, dan politik yang mereka anut.Multikulturalisme berhubungan dengan kebudayaan dan kemungkinan konsepnya dibatasi dengan muatan nilai atau memiliki kepentingan tertentu.
Multikultural dapat diartikan sebagai keragaman atau perbedaan terhadap suatu kebudayaan dengan kebudayaan yang lain. Sehingga masyarakat multikultural dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang tinggal dan hidup menetap di suatu tempat yang memiliki kebudayaan dan ciri khas tersendiri yang mampu membedakan antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lain. Setiap masyarakat akan menghasilkan kebudayaannya masing-masing yang akan menjadi ciri khas bagi masyarakat tersebut.
1. Multikulturalisme  Isolasionis
Isolasionis mengacu kepada masyarakat dimana berbagai kelompok kultural menjalankan hidup secara otonom dan terlibat dalam interaksi satu sama lain. Contoh kelompok ini adalah seperti masyarakat yang ada pada sistem “millet” di Turki Usmani atau masyarakat Amish di USA. Kelompok ini menerima keragaman, tetapi pada saat yang sama berusaha mempertahankan budaya mereka secara terpisah dari masyarakat lain umumnya.
2. Multikulturalisme Akomodatif
Yakni masyarakat plural yang memiliki kultur atau budaya dominan yang membuat penyesuaian dan akomodasi-akomodasi tertentu bagi kebutuhan kultural kaum minoritas. Masyarakat kaum multikultural akmodatif merumuskan dan menerapkan undang-undang, hukum, dan ketentuan-ketentuan yang sensitif secara kutural dan memberikan kebebasan kepada kaum minoritas untuk mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan mereka; sebaliknya kaum minoritas tidak menantang kultur dominan. Tipe masyarakat multikulturalisme akomodatif ini dapat ditemukan di Inggris, Prancis, dan beberapa negara eropa lainnya.
 Multikulturalisme akomodatif, yaitu masyarakat yang memiliki kultur dominan yang membuat penyesuaian dan akomodasi-akomodasi tertentu bagi kebutuhan kultur kaum minoritas. Masyarakat ini merumuskan dan menerapkan undang-undang, hukum, dan ketentuan-ketentuan yang sensitif secara kultural, dan memberikan kebebasan kepada kaum minoritas untuk mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan meraka. Begitupun sebaliknya, kaum minoritas tidak menantang kultur dominan. Multikulturalisme ini diterapkan di beberapa negara Eropa.
3. Multikulturalisme Otonomis
Yakni masyarakat plural dimana kelompok-kelompk kultural utama berusaha mewujudkan kesetaraan (equality) dengan budaya dominan dan menginginkan kehidupan otonom dalam kerangka politik yang secara kolektif bisa diterima. Fokus pokok kelompok ini adalah untuk mempertahankan cara hidup mereka, yang memiliki hak yang sama dengan kelompok dominan; mereka menantang kelompok kultural dominan dan berusaha menciptakan suatu masyarakat dimana semua kelompok dapat eksis sebagai mitra yang sejajar. Contoh masyarakat jenis ini di antaranya ialah kelompok Quebecois di Kanada, dan kelompok-kelompok muslim imigran di Eropa yang menuntut untuk dapat menerapkan syari’ah, mendidik anak-anak mereka pada sekolah Islam, dan sebagainya.
Multikulturalisme otonomis, masyarakat plural dimana kelompok-kelompok kutural utama berusaha mewujudkan kesetaraan (equality) dengan budaya dominan dan menginginkan kehidupan otonom dalam kerangka politik yang secara kolektif bisa diterima. Perhatian pokok-pokok kultural ini adalah untuk mempertahankan cara hidup mereka, yang memiliki hak yang sama dengan kelompok dominan; mereka menantang kelompok dominan dan berusaha menciptakan suatu masyarakat dimana semua kelompok bisa eksis sebagai mitra sejajar.
4. Multikulturalisme Kritikal
Kritikal atau interaktif yakni masyarakat plural dimana kelompok-kelompok kultural tidak terlalu fokus dengan kehidupan kultural otonom, tetapi lebih menuntut penciptaan kultur kolektif yang mencerminkan dan menegaskan perspektif mereka. Contoh jenis multikulturalisme ini ialah perjuangan masyarakat kulit hitam di Amerika Serikat, Inggris, dan negara eropa lainnya.
Multikulturalisme kritikal atau interaktif, yakni masyarakat plural dimana kelompok-kelompok kultural tidak terlalu terfokus (concern) dengan kehidupan kultural otonom; tetapi lebih membentuk penciptaan kolektif yang mencerminkan dan menegaskan perspektif-perspektif distingtif mereka
5. Multikulturalisme Kosmopolitan
Multikulturalisme kosmopolitan yakni dimana masyarakat plural berusaha menghapuskan batas-batas kultural sama sekali untuk menciptakan sebuah masyarakat dimana setiap individu tidak lagi terkait pada budaya tertentu, dan sebaliknya secara bebas terlibat dalam eksperimen-eksperimen interkultural dan sekaligus mengembangkan kehidupan kultural masing-masing. Sebagian besar pendukung multikulturalisme jenis ini ialah kelompok liberal yang memiliki kecenderungan postmodern, memandang seluruh budaya sebagai resources yang dapat mereka pilih dan ambil secara bebas.
Multikulturalisme kosmopolitan, berusaha menghapus batas-batas kultural sama sekali untuk menciptakan sebuah masyarakat di mana setiap individu tidak lagi terikat kepada budaya tertentu dan, sebaliknya, secara bebas terlibat dalam percobaan-percobaan interkultural dan sekaligus mengembangkan kehidupan kultural masing-masing.


Friday, March 22, 2013


 Pekerja Sosial Seseorang yang mempunyai kompetensi profesional dalam pekerjaan sosial yang diperolehnya melalui pendidikan formal atau pengalaman praktek di bidang pekerjaan sosial/kesejahteraan sosial yang diakui secara resmi oleh pemerintah dan melaksanakan tugas profesional pekerjaan sosial.
2.Klien Orang baik secara individu maupun kelompok yang mengalami masalah dan menerima pelayanan sosial
3.Masyarakat Kumpulan dari sejumlah orang dalam suatu tempat tertentu yang menunjukkan adanya pemilikan atas norma-norma hidup bersama walaupun didalamnya terdapat lapisan atau lingkungan sosial. Secara geografis dan sosiologis dapat dibedakan menjadi masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan
4.Administrasi Pekerjaan Sosial salah satu metode bantu dalam praktek pekerjaan sosial yang bertujuan untuk mengelola organisasi pelayanan sosial segenap proses penyelenggaraan dan pelaksanaan usaha kerja sama sekelompok orang yang terorganisasi dan terkoordinasi dengan baik, dengan menggunakan sumber fasilitas yang ada untuk memberikan pertolongan sosial kepada masyarakat (individu, kelompok, masyarakat) dapat meningkatkan fungsi sosialnya dan taraf kehidupannya
5.Advokasi Sosial upaya memberikan pendampingan, perlindungan dan pembelaan terhadap seseorang, keluarga, kelompok dan/atau masyarakat yang dilanggar haknya
6.Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial  Organisasi yang mempunyai fungsi koordinasi terhadap organisasi-organisasi yang menyelenggarakan kesejahteraan sosial di tingkat provinsi
7.Analisis Dampak Sosial Telahaan atau kajian sistematis dan komprehensif tentang kehidupan, keadaan sosial, tindakan, atau aktivitas pembangunan untuk melihat sejauh mana akibat sosial baik yang bersifat positif maupun negatif yang timbul bilamana tindakan atau aktivitas pembangunan tersebut dilakukan
8.Bimbingan Tuntunan, bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu, kelompok, atau masyarakat untuk mencegah atau mengatasi kesulitan-kesulitan di dalam kehidupann
9.Bimbingan Keterampilan Sosial Serangkaian kegiatan untuk menumbuhkembangkan keterampilan sosial klien agar mampu memenuhi kebutuhan dasar hidup
10.Bimbingan Sosial Masyarakat Suatu proses dimana masyarakat, baik sebagai individu maupun perwakilan-perwakilan kelompok, bekerja sama untuk menentukan kebutuhan-kebutuhan kesejahteraan sosial, merencanakan cara-cara memenuhi kebutuhan tersebut, serta memobilisasi sumber-sumber yang diperlukan yang ada di dalam masyarakat tersebut dengan berlandaskan pada prinsip partisipasi sosial
11.Bimbingan Spiritual Bimbingan untuk meningkatkan pengetahuan,pemahaman klien tentang agama yang diyakininya, sehingga dapat menerapkannya ke dalam kehidupannya
12.Charity Motivasi untuk membantu orang lain yang membutuhkan dengan tujuan derma, kebajikan, amal dan rasa belas kasihan, serta kemurahan hati
13Empati Keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain
 14.Evakuasi Kegiatan memindahkan korban bencana dari lokasi bencana ke tempat yang aman dan/atau penampungan pertama untuk mendapatkan tindakan penanganan lebih lanjut
15.Evaluasi Suatu proses penilaian, pengukuran dan perbandingan dari hasil-hasil pekerjaan yang dicapai dengan hasil yang seharusnya dicapai
16.Family Support (dukungan Keluarga) Pelayanan berbasis masyarakat yang membantu orang tua/keluarga inti menjalankan perannya dalam pengasuhan anak, memperkuat kapasitas orang tua dalam menghadapi masalah untuk mengurangi terjadinya perlakuan salah dan penelantaran anak
17.Fasilitator Peran yang dilakukan Pendamping Sosial dalam membantu dan mendorong pihak terkait dalam masyarakat untuk terwujudnya keserasian sosial
18.Koersif Tindakan pemaksaan dalam proses rehabilitasi sosial.
19.Konseling Suatu proses dalam bentuk wawancara, dimana klien dibantu memahami dirinya sendiri secara lebih baik, agar mereka dapat mengetasi kesulitan dalam penyesuaian dirinya terhadap berbagai peranan dan relasi serta menemukan pemecahan permasalahan yang tepat. Pemberian bantuan oleh seorang yang ahli atau oleh orang yang terlatih sedemikian rupa sehingga pemahaman dan kemampuan psikologis diri korban meningkat dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi.
20.Konselor Orang yang mempunyai kompetensi dan melaksanakan tugas konseling
21. Konsultasi Pemberian bantuan penasehatan kepada suatu organisasi, kelompok, masyarakat, keluarga atau individu oleh seseorang atau suatu tim yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kualifikasi profesional yang memadai. upaya untuk mendapatkan arahan dan bimbingan dalam penyelesaian masalah
Kuratif Kegiatan yang bersifat penyembuhan terhadap penyandang masalah sosial psikologis
22.Mediasi Sosial Peran yang dilakukan oleh pendamping sosial dalam membantu warga mengidentifikasi sistem sumber yang ada di lingkungannya dan menjembatani antara sistem sumber dengan warga untuk pemecahan masalah
23.Pelayanan Holistik Komprehensif (untuk anak) Pelayanan yang diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar dan pengembangan fungsi kelembagaan. Pemenuhan kebutuhan dasar anak mencakup aspek-aspek fisik, sosial, emosi, moral, kognitif dan bahasa. Pengembangan fungsi kelembagaan pelayanan, meliputi fungsi pelayanan pengasuhan dan perawatan anak (Day care), pusat informasi (Information Centre), lokasi penelitian dan pengembangan (research and development) serta pusat pemagangan (training centre).
24.Pelayanan Kesejahteraan Sosial Serangkaian kegiatan pelayananyang diberikan terhadap individu, keluarga maupun masyarakat yang membutuhkan atau mengalami permasalahan sosial baik yang bersifat pencegahan, pengembangan,maupun rehabilitasi guna mengatasi permasalahan yang dihadapi dan/atau memenuhi kebutuhan secara memadai sehingga mereka mampu menjalankan fungsi sosialnya secara memadai. Pelayanan Sosial Pelayanan yang ditujukan untuk membantu Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial dalam mengembalikan dan mengembangkan fungsi sosialnya
25.Pemberdayaan Masyarakat Upaya untuk menciptakan/ meningkatkan kapasitas masyarakat, baik secara individu maupun berkelompok, dalam memecahkan berbagai persoalan terkait upaya peningkatan kualitas hidup, kemandirian, dan kesejahteraannya. Pemberdayaan masyarakat memerlukan keterlibatan yang lebih besar dari perangkat pemerintah daerah serta berbagai pihak untuk memberikan kesempatan dan menjamin keberlanjutan berbagai hasil yang dicapai
26. Pemberdayaan Pranata Sosial Suatu kegiatan yang sistematis dan terencana untuk meningkatkan dan mengembangkan lembaga, nilai dan norma, serta jaringan sosial dalam suatu komunitas, sehingga mampu melindungi anggotanya, melakukan investasi/modal sosial, mengelola persaudaraan, perbedaan, konflik, dan kekerasan serta memelihara sumberdaya sosial dan alam
27.Pemetaan Sosial Kegiatan awal untuk menemu kenali masalah, potensi dan sumber sekaligus menghimpun data sosiografis secara keseluruhan dalam suatu wilayah untuk mendapatkan data awal tentang suatu komunitas
28.Pemulihan Serangkaian kegiatan untuk mengembalikan kondisi masyarakat dan lingkungan hidup yang terkena bencana dengan memfungsikan kembali kelembagaan, prasarana, dan sarana dengan melakukan upaya rehabilitasi.
29.Pemulihan Psikososial Semua bentuk pelayanan dan bantuan psikologis serta sosial yang ditujukan untuk membantu meringankan, melindungi, dan memulihkan kondisi fisik, psikologis, sosial, dan spiritual korban sehingga mampu menjalankan fungsi sosialnya kembali secara
30.Pendampingan Sosial Suatu proses menjalin relasi sosial antara pendamping dengan klien dalam rangka memecahkan masalah, memperkuat dukungan, mendayagunakan berbagai sumber dan potensi dalam pemenuhan kebutuhan hidup, serta meningkatkan akses anggota terhadap pelayanan sosial dasar, lapangan kerja, dan fasilitas pelayanan publik lainnya
31.Pendataan Kesejahteraan Sosial Rangkaian kegiatan yang direncanakan secara sistematis berupa pengumpulan, pengolahan, penyimpanan dan penyajian data dan informasi kesejahteraan sosial
32.Penelitian dan Pengembangan Sosial Kegiatan penyelidikan secara ilmiah, sistematik untuk menemukan data atau menguji kebenaran suatu hipotesa sehingga dapat dijadikan dasar untuk perumusan suatu teori atau pengembangan teknologi pelayanan sosial
33.Pengembangan Masyarakat Suatu proses dimana masyarakat baik sebagai individu maupun perwakilan kelompok bekerjasama untuk menentukan kebutuhan-kebutuhan kesejahteraan sosial, merencanakan cara-cara memenuhi kebutuhan tersebut, serta memobilisasi sumber-sumber yang diperlukan yang ada didalam masyarakat tersebut dengan berlandaskan pada prinsip partisipasi sosial
34.Perlindungan Sosial Semua upaya yang diarahkan untuk mencegah dan menangani risiko dari guncangan dan kerentanan sosial.
35.Pialang Sosial (broker) Peran pekerja sosial dalam menghubungkan residen yang membutuhkan pelayanan dengan sumber-sumber yang menyediakan pelayanan yang dibutuhkan, termasuk prosedur pelayanan, persyaratan pelayanan, menciptakan sumber yang belum tersedia, menghemat sumber untuk kepentingan jangka panjang
36.Potensi Kesejahteraan Sosial Individu, kelompok organisasi, dan lembaga yang belum memiliki dan atau belum memperoleh pelatihan dan atau pengembangan di berbagai aspek pembangunan kesejahteraan social sehingga keberadaannya belum dapat didayagunakan secara langsung untuk mendukung pembangunan Kesejahteraan Sosial
37.Rehabilitasi Pemulihan dari gangguan terhadap kondisi fisik, psikis, dan sosial, agar dapat melaksanakan perannya kembali secara wajar baik dalam keluarga maupun dalam masyarakat
38.Rescue Pertolongan bagi sesama tanpa diskriminasi (netral)
39.Residence Sebutan untuk klien yang sedang mengikuti program rehabilitasi sosial dengan metode Terapeutic Community
40.Resosialisasi Salah satu tahapan pelayanan rehabilitasi sosial yang bertujuan agar bekas klien dapat menyesuaikan diri dalam lingkungan sosialnya. Dalam resosialisasi ini dilakukan serangkaian kegiatan untuk memfasilitasi seseorang atau sekelompok orang yang telah memperoleh layanan pemulihan psikososial agar dapat kembali ke dalam keluarga dan masyarakat dengan sebaik-baiknya
41.Struktur Sosial Susunan, tingkat atau lapisan sosial yang terdapat dalam masyarakat dari golongan atas sampai golongan yang terendah

42.Theurapeutic Community (TC) Suatu metode rehabilitasi sosial yang ditujukan kepada korban penyalahgunaan NAPZA yang merupakan sebuah “keluarga” terdiri atas orang-orang yang mempunyai masalah yang sama dan memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menolong diri sendiri dan sesame yang dipimpin oleh seseorang dari mereka, sehingga terjadi perubahan tingkah laku dari yang negative kea rah tingkah laku yang positif
43.Tim Pertimbangan Ijin Pengangkatan Anak (PIPA) Tim yang memberikan pertimbangan untuk pemberian perijinan atas permohonan pengangkatan anak yang diajukan (dalam hal intercountry adoption), tim yang dikembangkan dalam penanggulangan bencana di Indonesia



1.  Menurut Homans (1950) : kelompok adalah sejumlah individu berkomunikasi satu dengan yang lain dalam jangka waktu tertentu yang jumlahnya tidak terlalu banyak, sehingga tiap orang dapat berkomunikasi dengan semua anggota secara langsung. 

2. Menurut Merton, kelompok merupakan sekelompok orang yang saling berinteraksi sesuai dengan pola yang telah mapan, sedangkan kolektiva merupakan orang yang mempunyai rasa solidaritas karena berbagai niai bersama dan yang telah memiliki rasa kewajiban moral untuk menjalankan harapan peran.


3. Menurut Achmad S. Ruky, Kelompok adalah sejumlah orang yang berhubungan (berinteraksi) antara satu dan yang lainnya, yang secara psikologis sadar akan kehadiran yang lain dan yang menganggap diri mereka sebagai suatu kelompok. 

4. Menurut  Muzafer Sherif, Kelompok  adalah kesatuan  yang terdiri dari dua atau lebih individu yang telah mengadakan interaksi sosial yang cukup intensif dan teratur, sehingga di antara individu itu sudah terdapat pembagian tugas, struktur dan norma-norma tertentu.


5. Menurut De Vito (1997) : kelompok merupakan sekumpulan individu yang cukup kecil bagi semua anggota untuk berkomunikasi secara relatif mudah. Para anggota saling berhubungan satu sama lain dengan beberapa tujuan yang sama dan memiliki semacam organisasi atau struktur diantara mereka. Kelompok mengembangkan norma-norma, atau peraturan yang mengidentifikasi tentang apayang dianggap sebagai perilaku yang diinginkan bagi semua anggotanya.


Definisi kelompok Menurut saya sendiri adalah kumpulan individu yang bekerja sama dan saling berinteraksi satu sama lain. Saling berkomunikasi secara verbal maupun non-verbal dengan mengutamakan kepentingan bersama dibandingkan kepentingan pribadi inividu dan tercipta sebuah ikatan psikologis yang erat diantara anggota kelompok.


Monday, March 18, 2013


Perdagangan anak merupakan sesuatu hal yang sangat ironi, karena anak merupakan salah satu pihak yang rentan mengalami pelanggaran HAM dan anak juga mudah untuk dipengaruhi. Padahal anak adalah generasi penerus bangsa yang seharusnya mendapat pendidikan yang baik dari orang tua, sekolah maupun di masyarakat.
 Anak adalah amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang dalam dirinya juga melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya, bahwa anak adalah tunas, potensi, dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa, memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara pada masa depan. Bahwa agar setiap anak kelak mampu memikul tanggung jawab tersebut, maka anak perlu mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik fisik, mental maupun sosial, dan berakhlak mulia, sehingga perlu dilakukan upaya perlindungan untuk mewujudkan kesejahteraan anak dengan memberikan jaminan terhadap pemenuhan hak-haknya serta adanya perlakuan tanpa diskriminasi. Disebutkan juga dalam Pasal 4 UU No. 23 Tahun 2002 tentang hak dari anak yang menyebutkan bahwa : “Setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.” Perlakuan setelah mereka di dagangkan kepada pihak yang lain tidak mencerminkan kemanusiawian, setelah mereka “di jual” banyak dari mereka mendapat perlakuan yang seharusnya tidak mereka dapatkan, seperti pelecehan seksual, kekerasan fisik, kekerasan mental yang berakibat negatif bagi perkembangan psikisnya dan juga mengakibatkan anak tersebut kehilangan masa depan yang mereka cita-citakan
Perdagangan anak banyak di alami oleh anak perempuan, tapi tidak sedikit juga anak laki-laki, mereka dijadikan budak hawa nafsu, dijadikan pembantu dan diperlakukan dengan semena-mena. Inilah tindakan yang melanggar hak asasi manusia, karena anak juga mempunyai hak untuk mendapatkan kasih sayang dan perhatian, agar perkembangan psikologisnya tidak terganggu. Cenderung anak yang menjadi korban perdagangan anak memiliki rasa trauma yang mendalam sehingga membuat anak tersebut menjadi pribadi yang terbelakang.
Setiap harinya puluhan bahkan ratusan anak-anak di kirim keluar negeri hanya untuk menjadi korban ketidakmanusiaan, sungguh sangat ironi sekali, disaat mereka membutuhkan kasih sayang dan perhatian tetapi mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi. Pemerintah dalam hal ini belum bisa mengungkap kasus perdagangan manusia yang melanggar Hak Asasi manusia, karena pemerintah terlalu sibuk dengan urusan kenaikan harga BBM. Sebenarnya bukan hanya pemerintah saja yang bertanggung jawab trhadap hal ini, namun semua lapisan masyarakat harus berintegrasi dalam satu tujuan yaitu memberantas perdagangan anak yang melanggar Hak Asasi Manusia.
Cara mencegah perdagangan anak agar tidak terjadi lagi adalah dengan cara memberikan pendidikan yang bisa membuat anak dan orang tua sadar akan bahanya perdagangan anak, memberikan wadah atau tempat agar anak bisa mengembangkan kreativitasnya, memberikan sebuah pelatihan-pelatihan agar anak bisa mengembangkan kepribadiannya sehingga menjadi anak yang tidak mudah terpengaruh oleh orang lain ( teguh dalam pendiriannya ),tidak saja untuk anak tapi untuk orang tua karena agar orang tua menjadi lebih dekat dengan anaknya sehingga bisa mencegah terjadinya perdagangan anak, karena tidak sedikit juga anak yang kurang kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya adalah korban perdagangan anak.


Thursday, March 7, 2013



1.    Menurut Homans (1950) : kelompok adalah sejumlah individu berkomunikasi satu dengan yang lain dalam jangka waktu tertentu yang jumlahnya tidak terlalu banyak, sehingga tiap orang dapat berkomunikasi dengan semua anggota secara langsung. (Sumber : http://soniacinantya-psikologi.blogspot.com/2010/10/pengertian-kelompok-menurut-para-tokoh.html )

2.    Menurut Merton, kelompok merupakan sekelompok orang yang saling berinteraksi sesuai dengan pola yang telah mapan, sedangkan kolektiva merupakan orang yang mempunyai rasa solidaritas karena berbagai niai bersama dan yang telah memiliki rasa kewajiban moral untuk menjalankan harapan peran.
(sumber : http://jl-hengki.blogspot.com/2011/08/definisi-kelompok.html )

3.    Menurut Achmad S. Ruky, Kelompok adalah sejumlah orang yang berhubungan (berinteraksi) antara satu dan yang lainnya, yang secara psikologis sadar akan kehadiran yang lain dan yang menganggap diri mereka sebagai suatu kelompok. (Sumber : http://carapedia.com/pengertian_definisi_kelompok_info2162.html )

4.    Menurut  Muzafer Sherif, Kelompok  adalah kesatuan  yang terdiri dari dua atau lebih individu yang telah mengadakan interaksi sosial yang cukup intensif dan teratur, sehingga di antara individu itu sudah terdapat pembagian tugas, struktur dan norma-norma tertentu.
(Sumber: http://oktavya.wordpress.com/2010/10/01/pengertian-kelompok/ )

5.    Menurut De Vito (1997) : kelompok merupakan sekumpulan individu yang cukup kecil bagi semua anggota untuk berkomunikasi secara relatif mudah. Para anggota saling berhubungan satu sama lain dengan beberapa tujuan yang sama dan memiliki semacam organisasi atau struktur diantara mereka. Kelompok mengembangkan norma-norma, atau peraturan yang mengidentifikasi tentang apayang dianggap sebagai perilaku yang diinginkan bagi semua anggotanya.
 (sumber : http://jl-hengki.blogspot.com/2011/08/definisi-kelompok.html )

Definisi kelompok Menurut saya sendiri adalah kumpulan individu yang bekerja sama dan saling berinteraksi satu sama lain. Saling berkomunikasi secara verbal maupun non-verbal dengan mengutamakan kepentingan bersama dibandingkan kepentingan pribadi inividu dan tercipta sebuah ikatan psikologis yang erat diantara anggota kelompok.

Friday, March 1, 2013


Pengertian Kepemimpinan


M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah menjelaskan makna khalifah sebagai yang menggantikan atau yang datang sesudah siapa yang datang sebelumnya. Atas dasar ini, ada yang memahami kata khalifah berarti yang menggantikan Allah dalam menegakkan kehendak-Nya dan menerapkan ketetapan-ketetapan-Nya, tetapi bukan karena Allah tidak mampu atau menjadikan manusia berkedudukan sebagai Tuhan, namun karena Allah bermaksud menguji manusia dan memberinya penghormatan.
Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi. Bila Rasulullah mengatakan bahwa setiap orang itu adalah pemimpin, berarti manusia terlahir dengan bakat memengaruhi. Jadi setiap manusia memiliki kewajiban untuk mempengaruhi orang lain. Dengan demikian maka manusia yang menarik diri dari pergaulan masyarakat untuk hidup menyendiri telah menentang qodratnya dan juga perintah Tuhannya.
Definisi Kepemimpinan menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) adalah kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok. Kepemimpinan menurut Young (dalam Kartono, 2003) lebih terarah dan terperinci dari definisi sebelumnya. Menurutnya kepemimpinan adalah bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.
Sebagai seorang pemimpin harus bisa menaungi, melindungi dan mengayomi terhadap yang dipimpinya, karena seorang pemimpin menjadi tauladan dan contoh yang baik. Selain itu pemimpin juga harus bisa mengambil keputusan yang bijak, berani mengatakan tidak kepada kemungkaran, bisa memberikan solusi yang tepat dalam setiap permasalahan, tidak menjadikan kepemimpinannya sebagai alat untuk melakukan hal-hal yang tidak seharusnya pemimpin lakukan. Sebagai seorang harus bisa menjadi imam bagi yang dipimpinnya.





Pengertian Psikologi Menurut Para Ahli


Branca (1964) & Sartain DKK (1967) : Psikologi adalah ilmu tentang tingkah laku (overt behavior & inner behavior). Woodworth & Marquis (1975) : Psikologi adalah ilmu tentang aktivitas-aktivitas individu (motorik, kognitif dan emosional). Morgan dkk (1984) : Psikologi adalah ilmu tentang tingkah laku manusia dan hewan. Crow & Crow Pschycology is the study of human behavior and human relationship. (Psikologi ialah tingkah laku manusia, yakni interaksi manusia dengan dunia sekitarnya, baik berupa manusia lain (human relationship) maupun bukan manusia: hewan, iklim, kebudayaan, dan sebagainya. Sartain Psychology is the scientific study of the behavior of living organism, with especial attention given to human behavior. (Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku organisme yang hidup, terutama tingkah laku manusia). Bruno (1987) Pengertian Psikologi dibagi dalam tiga bagian, yaitu: Pertama, psikologi adalah studi (penyelidikan) mengenai “ruh”. Kedua, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “kehidup mental”. Ketiga, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “tingkah laku” organisme.
Chaplin (1972) dalam Dictionary of psychology Psikologi ialah ilmu pengetahuan mengenai perilaku manusia dan hewan. Ensiklopedia Pendidikan, Poerbakawatja dan Harahap (1981) Psikologi sebagai cabang ilmu pengetahuan yang mengadakan penyelidikan atas gejalagejala dan kegiatan – kegiatan jiwa. Richard Mayer (1981) Psikologi merupakan analisi mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia.
Hery Wibowo (2010) : Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia dan sikap mental yang melatar belakanginya. Garden Murphy : Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang respon mahluk hidup terhadap lingkungannya.
Henry L Roediger : Psikologi adalah study yang sistematis mengenai tingkah laku dan kehidupan mental. Robert SW & Marquis DG : Psikologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari aktivitas atau tingkah laku individu dalam hubungannya dengan alam sekitarnya.
Selain itu ditinjau dari psikologi sebagai sebuah ilmu, Psikologi telah dikatakan sebagai sebuah ilmu pengetahuan:
Sistematis          Psikologi Teoritis ( Psikologi Umum & Psikologi Khusus)
Universal           Menyeluruh
Metode              Eksperimental (direkayasa) & Non Eksperimen (observasi)
Objek                Materil & formal


About

BTemplates.com

Tomi Sapari. Powered by Blogger.

Pages

Popular Posts